Bolakuonline.com
Berita Olahraga Terupdate Hari Ini

Timnas di Grup Sulit Piala Asia U-16, Pelatih Tetap Optimis

Timnas di Grup Sulit Piala Asia U-16, Pelatih Tetap Optimis
0 47

Timnas di Grup Sulit Piala Asia U-16, Pelatih Tetap Optimis – Piala Asia U-16 akan digelar akhir tahun 2020 atau tepatnya 25 November sampai 12 Desember.

Saat pengundian grup Kamis, 18 juni 2020, Indonesia mendapat grup sulit. Timnas yang akan berlaga berada dalam satu grup dengan tim hebat yang sebelumnya pernah meraih Piala Asia. Di grup D, Indonesia harus berjuang keras melangkah ke babak selanjutnya melawan Cina, Jepang, dan Arab Saudi.

Jepang sampai saat ini merupakan negara peraih Piala Asia U-16 AFC terbanyak, yaitu tiga kali di tahun 1994, 2006 dan 2018. Sementara China dan Arab Saudi merupakan negara yang masing-masing sudah dua kali meraih gelar Piala Asia U-16. Prestasi yang masih jauh dari Timnas Indonesia yang prestasi terbaiknya di tahun 2000 adalah menduduki peringkar keempat dan di tahun 2018 mencapat perempat final.

Hasil pengundian yang dilakukan di Kuala Lumpur, Malaysia menetapkan negara lain di grup A – C. Di grup A adalah Bahrain yang ditantang Korea Utara dan Qatar. Tajikistan berada di grup B bersama Oman, Yaman, dan Uni Emirat Arab. Sementara itu, Australia, Korea Selatan, India, dan Uzbekistan berada di grup C.

READ  Prediksi Crystal Palace Menjamu Manchester United 17 Juli 2020

Nantinya, dari hasil grup yang masuk ke babak selanjutnya akan ikut serta dalam Piala Asia U-19 2022.

Meskipun disebut berada di grup sulit, pelatih Timnas U-16 Bima Sakti, tetap optimis memandang pertandingan yang belum berlangsung.

Menurut Bima, seperti dilansir di lama resmi PSSI di Jakarta, skuadnya siap melakukan gebrakan dan siap memberikan hasil terbaik untuk negara.

Dalam kesempatan yang sama, Bima juga menjanjikan bahwa dia akan menyiapkan tim secara optimal. Persiapan tersebut mencakup tiga hal, yaitu mental, fisik, dan strategi.

Tidak hanya Bima Sakti yang menatap penyelenggaraan Piala Asia U-16 dengan optimis. Indra Sjafri, Direktur Teknis PSSI juga mempunyai sikap sama.

Indra Sjafri menyebutkan, meski Timnas Indonesia belum pernah meraih gelar juara, catatan bagus berhasil ditorehkan. Saat Piala Asia U-16 AFC tahun 2018, tim berhasil melaju ke babak perempat final. Mereka hanya kalah dari Australia. Itu pun tidak kalah telak karena tim berjuang habis-habisan. Australia hanya menang 3 – 2.

READ  Sengketa Shin Tae Yong dengan PSSI

Pertandingan apapun, menurut Sjafri pasti berlangsung kompetitif dan tidak akan mudah. Jadi, tidak ada istilah grup berat dan mudah. Semua harus dijalani sebaik mungkin. Jika tidak, namanya bukan kompetisi.

Salah satu gelandang di lapangan untuk Timnas U-16, Valeron mengatakan, “Saya pribadi akan mewaspadai semua pesaing. Namun bukan berarti kami takut. Waspada bukan berarti takut.”

Itu merupakan ungkapan yang sangat optimis di tengah media yang menyebutkan bahwa Timnasnya berada di grup neraka karena dikelilingi raksasa.

Valeron menambahkan, bahwa semua tim dalam grup mempunyai peluang yang sama. Sekalipun bertanding dengan Jepang yang merupakan juara bertahan. Hal ini berbeda dengan senior. Pertandingan merupakan level youth atau yunior. Skuad Jepang tidak mungkin sama dengan tim yang tampil ketika mereka meraih juara. Semua mengalami perubahan.

Jadi, secara keseluruhan Indonesia belum tentu kalah. Tim harus optimis. Apalagi mengingat perjuangan mereka melangkah ke babak final Piala Asia U-16 2020 ini. Di babak kualifikasi Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Tiongkok dengan gemilang.

READ  Everton VS Liverpool Dini Hari, Akankah The Reds Akhirnya Berhasil Meraih Tropi Kemenangan?

‘Semua tim yang ada di grup mempunyai peluang merata untuk dikalahkan atau mengalahkan. Semua pesepak bola yang tergabung dalam Timnas jika ditanya akan menjawab optimis, “ tegas pemain asal Persib Bandung mengakhiri pandangannya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More